Tuesday, March 25, 2008

Translated by AIM professional translation services

Budaya korporasi dan pembelajaran bahasa

W H Whyte mempublikasikan karyanya, “The Organization Man,” pada tahun 1956. Karya tersebut merupakan upaya awal – bahkan mungkin upaya yang pertama sekali – untuk menggambarkan dampak dari budaya sebuah organisasi terhadap perilaku karyawannya. Sejak tahun 1956 kita semua telah mulai menyadari bahwa ada terdapat berbagai jenis budaya, yang masing-masing disertai dengan jenis-jenis perilaku yang berbeda. Dengan demikian, definisi yang menyatakan bahwa budaya adalah “cara kita melakukan berbagai hal di sekitar kita” merupakan definisi yang tepat.

Budaya korporasi yang kuat adalah hal yang sangat berguna. Ia membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih dapat diprediksi. Ia membantu para perekrut untuk mempekerjakan orang-orang yang akan cocok bekerja di dalan sebuah korporasi. Ia bahkan memberikan kontribusi pada nilai-nilai yang terdapat dalam sebuah merek perusahaan.

Akan tetapi, budaya perusahaan juga dapat memiliki kekurangan ketika para staf diharuskan berperilaku di luar norma budaya mereka. Contohnya, akan sulit bagi seorang manajer yang terbiasa dengan budaya bisnis yang mengalir bebas ketika ia dihadapkan pada penerapan standar-standar keselamatan secara ketat. Itulah sebabnya mengapa di seluruh dunia, bekerja untuk perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi merupakan sesuatu yang sangat berbahaya.

Hampir seluruh budaya korporasi yang efektif akan memberikan penghargaan pada kesuksesan, sementara sebagian besar lainnya akan mencemooh kegagalan. Hal seperti ini cenderung menghasilkan pola pikir yang selalu ingin menghindari resiko pada sebagian besar karyawan. Dan ini adalah pola pikir yang terburuk apabila kita ingin belajar bahasa.

Ketika sebuah organisasi menginginkan karyawannya mempelajari sebuah bahasa asing, seketika itu pula terjadi benturan budaya.

Cobalah pikirkan. Setiap kali seorang pembelajar bahasa membuka mulut, atau mengangkat pena, untuk menghasilkan sepotong ungkapan dalam bahasa asing, ia harus mengambil resiko bahwa apa yang dihasilkannya akan “salah” karena satu atau lain alasan. Biasanya tidak sepenuhnya salah, melainkan kurang tepat atau secara situasional kurang cocok. Semakin sering mereka mengambil resiko, semakin banyak yang akan mereka pelajari. Belajar bahasa berarti berani mengambil resiko. Kalau kita semua menolak menghasilkan sebuah ungkapan bahasa yang mungkin salah, kita tidak akan pernah mampu menggunakan bahasa lain kecuali bahasa asli kita sendiri.

Di tahun-tahun pertama kehidupan kita, kita mempelajari bahasa dengan intensitas yang tinggi. Kita menghasilkan kemajuan yang sangat pesat setiap harinya. Sewaktu kecil, kita tidak tahu bahwa kita harus menghindari kegagalan, jadi kita mulai berbicara dengan mengucapkan berbagai bunyi, lalu meningkat menjadi kalimat berisi satu kata, dan perlahan-lahan kelancaran kita dalam berbicarapun tumbuh.

Sebagai seorang pebelajar yang sudah memasuki usia dewasa, kita mungkin tidak akan pernah belajar dengan kecepatan yang sama seperti halnya kecepatan seorang anak kecil, tetapi kita bisa meningkatkan kesempatan kita dengan secara aktif merengkuh kemungkinan bahwa kita melakukan kesalahan, lalu belajar dari kesalahan tersebut, dan terus maju. Kita perlu mengesampingkan budaya korporasi kita dan berfokus pada proses belajar itu sendiri, dan berhenti memikirkan bahwa apa yang akan kita ucapkan atau tuliskan mungkin “salah”.

Lingkungan fisik yang netral dan santai bisa membantu mengatasi benturan tadi. Jauh dari kantor, kita mungkin akan merasa lebih mudah melupakan budaya kantor. Tetapi tetap saja, guru yang hebat adalah kuncinya. Guru yang akan membantu anda mencapai kemajuan tanpa rasa takut akan kegagalan. Guru yang akan memastikan bahwa proses belajar anda menyenangkan, dan membuat anda terkagum-kagum akan kemajuan yang anda sendiri capai .

Berikut ini adalah link ke sebuah sekolah bahasa yang mengerti tentang benturan antara budaya kantor dan pembelajaran pribadi, dan sekolah ini memiliki guru-guru hebat yang akan membuat kegiatan belajar anda “menyenangkan”. www.aimjakarta.com

Friday, March 21, 2008

Private English classes at Aim:
Aim specialises in private classes, but why should you choose a private class? Well, for some people public classes can be a better option. Some people prefer to be in a larger group, and learn better in a communicative, interactive group class.
However, group classes also have limitations. You must follow the fixed schedule, and you cannot focus on your job, your study programme, or your individual strengths and weaknesses. The amount of attention you receive and the opportunities for you to participate and talk are also limited in public classes.
At Aim, the key to the success of our private classes is flexibility. You choose the days, you choose the times, you choose the teachers, and you choose what you learn.
We will create courses especially for you, focussing on your objectives, your strengths and weaknesses and your individual learning style. For many, the level of attention in a 1-on-1 class, and the amount of time you can spend talking, means that you'll improve more quickly. Plus, if there's something you're working on at work or at university, bring it to class and we can discus it together.
AIM for a private English class. The flexible, customised educational solution!

Tuesday, March 4, 2008

Corporate culture and language learning

W H Whyte published “The Organization Man” in 1956. This was an early- perhaps even the first- attempt to describe the impact that an organisation’s culture has on the way its employees behave. Since 1956 we have all become aware that there are many different types of culture, each with their different types of behaviour. Indeed a useful definition of culture is “the way we do things around here”.

A strong corporate culture is a handy thing to have. It makes decision-making a bit more predictable. It helps recruiters hire people who will fit in. It even contributes to the value of the company’s brand.

A corporate culture can, however, have drawbacks when members of staff have to behave out of their cultural norm. It is, for example, quite hard for managers accustomed to an entrepreneurial freewheeling kind of culture to deal with the enforcement of rigorous safety standards. That’s one reason why, worldwide, construction companies are some of the most dangerous organisations to work in.

Almost all effective corporate cultures reward success. Most discourage failure. This tends to breed a risk-avoiding kind of mindset in most employees. And this is the worst kind of mindset with which to approach language learning.

When an organisation wants an employee to learn a foreign language there is an immediate cultural clash.

Think about it. Every time a language learner opens his or her mouth, or picks up a pen, to produce a piece of foreign language they have to take the risk that what they produce will be “wrong” in some way. Not usually wholly wrong, but inaccurate or situationally inappropriate. The more often they take the risk, the more they will learn. Language learning is all about risk. If we all resisted producing language that might be wrong, none of us would ever learn to speak anything but our mother tongue.

In our first years of life we learn a huge amount of language. We make enormous progress every day. We do not know that we should avoid failure, so we start off by babbling, then progress to one-word sentences, then gradually build up our fluency.

As adult learners we are most unlikely ever to learn at the pace of a small child, but we can improve our chances by actively embracing mistakes, learning from them, and moving on. We need to set our corporate culture aside, focus on the learning process, and stop worrying about whether what we are about to say or write is “wrong”.

A neutral, relaxed physical environment helps. Away from the office we find it easier to forget the office culture. But great teachers are the key. Teachers who will help you progress without fear of failure. Who will make the process fun, and astonish you with the progress you make.

Here’s a link to a language school that understands the clash of corporate culture and individual learning, and that has great teachers who make learning “fun”.

English training and IELTS preparation in Jakarta

Friday, February 29, 2008

The IELTS test: Tips and Strategies (Bahasa Indonesia Version)

Pendahuluan

International English Language Tesing System (IELTS) muncul karna adanya kebutuhan , diantara universitas, sekolah, pemerintahan dan perusahaan untuk sebuah tes Bahasa Inggris yang diakui secara internasional. Sekarang ini, sebuah nilai IELTS yang sudah ditentukan sebelumnya merupakan syarat untuk murid asing yang akan masuk sekolah, Akademi dan universitas di banyak Negara barat. Kebanyakan Negara yang menggunakan Bahasa Inggris sekarang mengharuskan sebuah nilai IELTS tertentu untuk orang-orang yang sedang melakukan proses Visa kerja, keresidenan atau kewarganegaraan .

IELTS sekarang telah menjadi suatu bisnis besar. Tiap minggu, diseluruh dunia, puluhan ribu orang mengikuti tes sedemikian, dimana tiap2 tes mempunyai tujuan pendidikan maupun tujuan perpindahan Negara tinggal. Ini bukan suatu yang mengejutkan, oleh karena itu, kursus2 yang bertujuan untuk mempersiapkan murid untuk tes ini bermunculan dimana-mana. Pada saat kualitas dari kursus persiapan IELTS ini sangat variatif dari satu sekolah ke sekolah yang lain ada beberapa strategi yang sederhana yang tetap ada dalam sebuah kursus persiapan IELTS yang paling sederhanapun. Walaupun agak sulit untuk menyoroti semua tips dan strategi untuk tes ini (beberapa kursus menawarkan durasi 100 jam), artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran besar strategi umum yang harus diketahui oleh seorang kandidat tes, sebelum ia mengikuti tes tersebut.

Tes IELTS memiliki 4 komponen; Mendengar/listening (30 menit ), Membaca/reading (1 jam), Menulis/writing (1 jam) and Berbicara/speaking (12-15 menit). Secara keseluruhan, untuk menyelesaikan tes sekitar 3 jam.

Ada dua macam (modul) dari There are two varieties (modules) of the IELTS tes IELTS. MOdul General training (GT) adalah tes yang digunakan untuk keperluan visa atau untuk masuk ke sekolah tingkat SMA di luar negeri. Module Akademik adalah untuk masuk ke tingkat universitas. Bagian Listening dan speaking dari modul2 tersebut, hampir sama, dan bagian writing dan reading untuk modul GT lebih sederhana. Dalam artikel ini, modul Akademik akan lebih dalam dijelaskan. Pertama, beberapa strategi umum untuk setiap bagian tes. First, some strategies common to all sections of the tes.

Strategi Umum

Baca atau dengar instruksi dengan seksama. Banyak kandidat adalah murid sekolahan atau lulusan perguruan tinggi, dan karena sudah sering mengikuti berbagai macam tes, mereka merasa bahwa membaca instruksi dalam sebuah tes adalah buang waktu. Ini adalah suatu kesalahan besar dalam mengikuti tes IELTS. Singkatnya, kandidat yang tidak mengikuti instruksi dengan benar selalu memberikan jawaban yang salah. Ada berbagai macam instruksi yang diberikan dalam ke empat komponen tes, termasuk ‘jawab dengan menggunakan kata tidak lebih dari 3 kata’ atau ‘jawab dengan menggunakan prase singkat’. Dengan instruksi yang pertama tadi, jawaban yang menggunakan 4 kalimat, seberapa tepatnya pun, adalah salah. Dan dengan instruksi yang terakhir, sebuah kalimat lengkap akan juga dianggap salah.

Atur waktu anda. Anda harus sadar akan waktu dan sadar akan posisi anda dalam tes. Dalam bagian Reading, anda punya waktu satu jam untuk menyelesaikan 3 bagian, maka jangan menghabiskan lebih dari 20 menit untuk tiap bagian. Sederhana! Dalam writing , pastikan bahwa anda tidak menghabiskan lebih dari 20 menit untuk tugas bagian pertama, dan sisakan 40 menit untuk tugas bagian kedua yang lebih penting.

Jangan panik. Kalau menurut kamu bagian dari tes ini adalah sulit, kemungkinan besar, puluhan ribu orang lainnya diseluruh dunia yang mengikuti tes ini berpikiran sama dengan kamu. Bandscore dihitung sesudah hasil dari seluruh dunia dikumpulkan dan, untuk tes yang lebih sulit, jumlah jawaban yang benar yg diperlukan akan lebih sedikit untuk mencapai band score tertentu. Kalau kamu pikir kamu telah melakan suatu bagian tes dengan kurang baik, belajarlah untuk melupakannya dan berkonsentrasi untuk bagian berikutnya. Kemungkinan kamu melakukan lebih baik dari sebelumnya adalah lebih besar, dan tidak ada gunanya kamu kuatir tentang bagian listening kalau kamu sedang mengerjakan bagian reading.

Ada satu atau dua tips dan strategi untuk membantu kamu dalam menghadapi tiap bagian dari tes.

Tes Listening (Tes Mendengar)

Orang sering kali kuatir tentang bagian ini, karena beda denga bagian reading dan writing, ini hanya satu kali kesempatan. Tidak ada kesempatan lagi untuk mendengar ulang rekaman. Jadi, kalau anda ketinggalan, hilanglah selamanya! Inilah sebabnya persiapan sebelum mendengar adalah kunci agar berhasil dalam bagian ini.

Gunakan waktu anda dengan bijak. Anda diberikan waktu sekitar 30 detik untuk membaca tiap bagian sebelum mendengar rekaman, dan jangka waktu yang sama untuk memeriksa jawaban dari tiap bagian sesudah selesai mendengar. Jangan sia-siakan waktu ini.. Gunakan waktu sebelum mendengar untuk membaca instruksi dan pertanyaannya and, sangat penting ramalkan (tebak). Tebak jawaban. Tebak apa yang akan kamu dengar, siapa yang akan berbicara, dimana mereka berbicara dan mengapa ? Tebak jawabannya. Tebak bentuk kata (kata benda, kerja, sifat atau keterangan), atau tebak berdasarkan pengetahuan kamu dan petunjuk2 yang diberikan dalam pertanyaan. Pada akhir tiap bagian, gunakan waktu periksa untuk melihat apakah tebakan kamu benar, jawaban tebakan yang tidak ditulis (jangan pernah membiarkan nomer tampa jawaban/kosong dalam IELTS), penulisan, huruf besar dan grammar..

GarisbawahiUnderlining.Ini adalah ide yang baik untuk menggaris bawahi kata2 penting (Keywords) dalam kalimat pertanyaan. Proses menggarisbawahi akan membantu anda untuk mendengar dan mempersiapkan anda, mungkin dilevel yang tidak anda sadari, sehingga anda bisa mengidentifikasikan pada saat diucapkan dalam suatu percakapan.

Pindahkan jawaban dengan hati-hati. Pada akhir tes listening, anda akan diberikan 10 menit untuk memindahkan jawaban anda ke kertas jawaban. Lakukan ini dengan hati-hati. Gunakan kesempatan ini untuk memeriksa penulisan, grammar dan menebak jawaban yang belum terjawab.

The Reading Tes Reading (Membaca)

Sebuah pertanyaan yang sulit mempunyai bobot nilai yang sama dengan pertanyaan yang mudah. Jadi, jangan buang waktu untuk pertanyaan yang menjebak. Tinggalkan saja, kerjakan yang lebih mudah, nanti kembali lagi.

Baca instruksi dan pertanyaan2 dahulu. Selagi kamu membaca pertanyaan, garisbawahi keywords dan coba pikirkan ‘similies’ (kata yang beda tapi mempunyai arti yang sama. Kata-kata yang ada dalam bahan bacaan biasanya sebuah paraphrase dari pertanyaan tersebut.

Tergantung dengan bentuk pertanyaan, gunakan teknik membaca cepat dan sepintas teks. Membaca dengan cepat teks maksudnya adalah menggerakkan mata anda keatas-bawah, kiri dan kanan teks (bukan membaca tiap baris) untuk mencari sebuah kata atau frase atau suatu informasi yang spesifik. Bayangkanlah cara kita kalau sedang mencari nama dalam buku telpon. Membaca sepintas teks adalah membaca tiap baris kalimat dengan cepat, dengan mengacuhkan kata-kata grammar dan kata-kata yang kita tidak mengerti/tau.

Tes Writing (tes Menulis)

Dalam bagian pertama, anda diharapkan untuk menyelesaikan sebuah tulisan mendeskripsikan sebuah grafik dalam waktu 20 menit, table, sebuah proses atau kombinasi dari ketiganya. Dalam bagian ke dua, anda punya waktu 40 menit untuk menulis sebuah essay akademis 250 kata. Ingat waktu. Bagian kedua lebih panjang dan lebih penting sehingga memerlukan waktu 40 menit. Jadi, pastikan anda bergerak sesuai dengan waktu.

Bagian pertama adalah tentang mendeskripsikan data dan membandingkan. Menawarkan penyebab dan alas an untuk data atau pergerakan grafik adalah buang waktu. Anda harus selalu coba untuk membandingkan data yang anda lihat, bukan hanya menuliskan informasi yang ada di depan anda. Harus sangat berhati-hati untuk membuat catatan mengenai tanggal, waktu dalam data dan menggunakan tenses yang benar.

Dalam bagian ke dua, analisa pertanyaan dengan seksama,

Dalam bagian ke dua, analisa pertanyaan dengan seksama, kumpulkan ide2 anda dulu, lalu pikirkan struktur paragraph yang anda akan buat, sebelum mulai menulis. Jangan keluar jalur topic dan pastikan menyisakan 5 menit pada akhir waktu untuk memeriksa pekerjaan anda. Dengan memiliki kesadaran akan kelemahan anda dalam menulis mendorong anda untuk mengunakan waktu ini untuk memeriksa kembali pekerjaan anda secara effektif.

Penguji akan mencari 4 ketika ia memeriksa tulisan anda. Isi (Apakah anda telah menjawab pertanyaan?), Grammar (apakah grammar sudah benar, dan apakah variasi dalam struktur grammar yang digunakan?), Kosa kata (apakah kosa kata yang digunakan tepat dan cocok, penulisan benar, dan apakah kosa kata yang digunakan bervariatif?), dan kohesi/kepaduan (apakah essay mempunyai struktur yang baik, apakah sudah digunakan kata penghubung secara efekti?)

Keberhasilan dalam tes menulis memerlukan latihan. Latihan tes menulis adalah sangat perlu, karna anda akan belajar dari kesalahan yang anda buat. Kalau anda cukup beruntung untuk memiliki seorang guru yang bisa membantu anda bersiap, pastikan bawa anda menganalisa kembali hasil koreksi yang guru anda buat. Dan jangan buat kesalahan yang sama di latihan menulis berikutnya.

Dalam bagian ke dua dari tes, coba untuk memberikan argumen yang seimbang. Kemukakan dua sisi argument. Kalau pendapat anda diminta, coba untuk menhadirkan dua sisi pendapat sebelum anda mengemukakan pendapat anda yang sebenarnya dengan jelas

Terakhir, tulislah dengan rapid an jelas dan buat tanda perbaikan dengan mencoretkan garis diatas bagian yang salah, daripada mengoret2nya. Tidak ada nilai untuk kerapian dan kebersihan, tapi tulisan yang kurang bagus bisa membuat penguji bersuasana hati tidak enak sehingga lebih besar kemungkinannya untuk ia memberikan nilai yang rendah untuk sebuah essay yang sebenarnya sudah lumayan!

Tes Speaking (Tes Berbicara)

Keberhasilan dalam tes berbicara berasal dari latihan dan rasa percaya diri. Rasa percaya diri adalah kunci, tapi juga sering bahwa rasa percaya ini baru muncul setelah banyak latihan. Ingat bahwa ini adalah tes berbicara, jadi berbicaralah sebanyak mungkin dan jangan hanya memberikan jawaban satu kata untuk pertanyaan. Dalam bagian ke dua, anda diharapkan untuk berbicara mengenai topic tertentu selama satu atau dua menit. Persiapkan dengan sebaiknya dengan menuliskan catatan sebanyaknya (keywords yang nanti akan membantu anda), dengan demikian meminimalisasikan resiko ‘otak kosong’ pada saat berbicara. Coba berbicara selama dua menit penuh sampai penguji meminta anda untuk berhenti, ini akan menunjukan kemampuan kemampuan anda untuk ‘lanjut terus’ dan akan menambah angka anda untuk kelancaran/kefasihan. Bagian ketiga mengandung pertanyaan abstrak,dimana bagian pertama dan kedua adalah pertanyaan tentang kamu dan topik2 yang kamu sudah familiar. Dengar dengan hati-hati pertanyaan yang diberikan, terutama dibagian ketiga dan tanggapi dengan baik. Jangan berbicara tentang diri anda dalam bagian ketiga.

Penguji akan member nilai berdasarkan 4 aspek dari kemampuan berbicara anda; ; kelancaran (kemampuan untuk terus berbicara), grammar (jenis dan ketepatan penggunaan), kosa kata (jenis dan ketepatan ) dan pelafalan. Persiapkan diri dengan mempelajari grammar dan kosa kata tapi jagan kuatir tentang grammar terlalu banyak ketika sedang tes, karna bila anda memikirkan bentuk grammar yang benar, akan mengakibatkan penurunan nilai dalam fluency (kelancaran)

Hari tes: Persiapan terakhir

Tes IELTS adalah sebuah tes yang panjang dan melelahkan. Jadi, pastikan bahwa anda tidur yang cukup dan makan pagi yang cukup. Penelitian menunjukkan bahwa sarapan yang mengandung protein adalah baik sebelum ujian, tapi sarapan yang mengandung karbohidrat harus dihindari. Jangan minum kopi terlalu banyak! Jangan melakukan revisi dimenit-menit akhir di hari ujian karna bila ternyata kamu mendapatkan hal baru, kamu akan panik dan malah akan menjadi tidak produktif. Yang paling baik kamu lakukan di jam-jam terakhir sebelum ujian adalah berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris dengan keluar dan teman, atau baca ulang essay yang telah dikoreksi. Hanya itu.

Datanglah lebih awal ke pusat tes, sehingga memberikan waktu yang cukup seandainya jalanan macet. Kenali keadaan sekitar supaya anda merasa nyaman, dan coba intip ruang tes supaya anda bisa tau apa yang harus diharapkan. Pada saat menunggu, bicaralah dalam Bahasa Inggris kepada kandidat tes lainnya supaya otak kamu sudah di ‘English mode’.

Ingatlah bahwa tes IELTS ini bukanlah hal terbesar. Kalau anda belum mendapatkan nilai yang anda perlukan, anda masih bisa mengambilnya lagi…dan lagi (paling tidak sampai uang anda habis !). Bersiaplah sebaik mungkin, berlatih sebanyak mungkin dan jalani tes selangkah demi selangkah, dengan demikian kamu akan mendapatkan bandscore yang kamu perlukan dalam waktu yang singkat.

Untuk tips dan strategi yang lebih lengkap, dan untuk latihan ujian, ikutilah sebuah kursus IELTS Preparation. Di Jakarta, satu sekolah menjadi pemimpin dalam hal mempersiapkan kandidat untuk tes IELTS dengan cepat dan effektif. Untuk informasi lebih lanjut, ikuti link berikut ; IELTS Jakarta

a message from some friends of Aim:

Organic, recycled products & gifts for the green UK home Offers contemporary designed homewares for people who want to live stylishly, without harming the environment. The online store provides products for every room of the home, made from only organic, recycled or sustainable materials.

Friday, February 22, 2008

Strategies for maximizing your potential in the IELTS test.

Introduction

The International English Language Testing System (IELTS) came into existence as a need for an internationally-recognised test of English arose among universities, schools, governments and employers. Today, a pre-determined score in the IELTS test is a requirement for overseas students entering schools colleges and universities in many Western countries. Most English-speaking countries now also require an IELTS score of a certain level from people seeking working visas , residency or citizenship.

IELTS has become big business. Every week, all around the world, tens of thousands of nervous people take identical tests, each with a particular educational or migratory goal up for grabs. It is not surprising, therefore, that courses aimed at preparing students for this test have sprung up everywhere. While the quality of these courses varies wildly from school-to-school, there are a number of simple strategies which are included in even the most basic of preparation courses. While it would be impossible to highlight all of the tips and strategies for the test here (some preparation courses run for 100 hours), this article aims to outline the general strategies every candidate should be aware of before attempting the test.

The IELTS test consists of four components; listening (30 minutes), reading (1 hour), writing (1 hour) and speaking (12-15 minutes). The entire test, therefore, lasts for around 3 hours.

There are two varieties (modules) of the IELTS test. The general training (GT) module of the test is used primarily for visa purposes or for entry into overseas high schools. The Academic module is accepted by universities. The listening and speaking tests for each module are identical, while the writing and reading sections are simplified in the the GT module. For the purposes of this article, the more widely taken Academic module of the IELTS test will be discussed.

First, some strategies common to all sections of the test.

General Strategies

Read or listen to instructions carefully. Many candidates are school or university graduates and, having recently sat a variety of examinations, feel that the reading of instructions in exams represents a waste of time. A big mistake in IELTS. Put simply, candidates who do not follow instructions invariably get answers wrong. There is a variety of instructions in the four test components, including ‘answer in not more that 3 words’ or ‘answer using a short phase’. With the former a 4-word answer, however accurate, is wrong. With the latter a complete sentence, however accurate, would also be wrong.

Management you time. Be aware of the time, and be aware of where you are up to in the test. In the reading test, you have one hour to complete 3 sections, so never spend more than twenty minutes on each section. Simple. In the writing test, ensure you spend no more than twenty minutes on the first task, leaving 40 minutes for the longer, more important second task.

Don’t panic. If it seems like it’s a difficult test section, the chances are that tens of thousands of people taking the same test on the same day find it difficult. The band scores are only calculated after all of the world’s results are collated, and for a difficult test the number of correct answers needed for a particular band score is lower. If you think you had a particularly bad section in your test, learn to forget about it and focus on the next section. The chances are you did better than expected, and there is simply no point worrying about your poor listening test while you are answering the reading questions.

There follows one or two further tips and strategies to help you prepare for each component of the test.

The Listening Test

People are often most worried about the listening test because, unlike reading and writing, it’s a one-shot deal. There’s no opportunity to re-listen to the recording so if you miss it, it’s gone forever. This is why pre-listening preparation is the key to success here.

Use your time wisely. You are given around 30 seconds to read each section before listening, and the same length of time to check answers to each section after listening. Don’t waste this time. Use the time before listening to read instructions and questions and, very importantly, predict. Predict what you are going to hear, who will be talking, where they are talking and why. Predict the answers. Predict the part of speech (noun, verb, adjective, adverb) or try to guess the answer based on your general knowledge and clues given in the questions themselves. At the end of each section, use the ‘checking time’ to see if your predictions were correct, guess answers left blank (never leave blank answers in IELTS), and check your spelling, capital letters and grammar.

Underlining. It’s a very good idea to underline the key words in questions. The process of underlining helps you to listen for these keywords and prepares you, perhaps on a subconscious level, to identify these words in rapidly spoken dialogue.

Transfer answers carefully. At the end of the listening test you will be given ten minutes to transfer your answers to an answer sheet. Do this very carefully. Use the opportunity to check spelling and grammar, and guess unknown answers.

The Reading Test

A difficult question carries the same number of points as an easy question, so don’t waste time on one tricky question. Leave it, do the easier ones, then come back to it later.

Read the instructions and questions first. As you read the questions, again underline keywords and try to think of similes (different word, same meaning). The words in the text itself are usually a paraphrase of the question words.

Depending on the type of question, use scan reading and skim reading techniques. Scanning involves running your eyes up, down, left and right over the text (not reading each line) to search for a word or phase or specific piece of information. Imagine the way in which we find a number in a telephone directory. Skim reading involves reading every line quickly, ignoring ‘grammar words’ and unknown words. Using this method we can quickly develop a general understanding of the text, which is useful for summary-type questions, or questions which require an understanding of the entire text or the writer’s point of view.

The Writing test

In part one, you are expected to spend 20 minutes writing a description of a graph, table, process or combination of the three. In the second part, you have 40 minutes to write a 250-word academic style essay. Stick to the times. Part two is longer and more important, and requires a full 40 minutes, so make sure you move on at the right time.

Part one is all about description of data, and comparison of data. Suggesting causes or reasons for the data or trends is a waste of time. Always try to compare data you see, rather than simply listing the information in front of you. Be especially careful to take note of the dates and times in the data, and use the correct tense.

In part two, analyse the question carefully, brainstorm your ideas first, then decide how to structure the paragraphs before you begin writing. Stick to the topic, and try to leave at least five minutes at the end to check your work. Having an awareness of the weaknesses in your writing enables you to use this checking time more effectively, as you can check for the kind of mistakes you have made in the past.

The examiner is looking for four things when he or she grades your writing: The content (did you answer the question?), the grammar (is the grammar correct, and is there a wide range of grammatical structures?), vocabulary (is the vocabulary appropriate, correctly spelled, and is there a wide range of words?) and cohesion (is the essay well structured, and have you used a variety of linking words effectively?)

Success in the writing test requires practice. Practice writing tests are essential, as is the need to learn from mistakes you make. If you are lucky enough to have a teacher helping you prepare, make sure you analyse corrections they make in your practice essays, and try not to make the same kind of mistake in your next attempt.

In the second part of the test, try to present a balanced argument. Show both sides of the story. If you are asked for your opinion, try to show both points of view before making your opinion clear in the conclusion.

Finally, write neatly and clearly, and make corrections using a single line through the error, as opposed to a scribble. There is no score for legibility or tidiness, but poor handwriting may put the examiner in a ‘bad mood’, making him or her more likely to give a lower score for a borderline essay!

The Speaking Test

Success in speaking tests comes through practice and confidence. Confidence is the key, but often confidence only comes after a considerable amount of practice. Remember that it is a speaking test, so speak as much as possible and never give one-word answers to questions. In part 2 you are expected to talk on a given topic for one to two minutes, after one minute of preparation time. Prepare wisely by writing as many notes as possible (keywords to remind you what to say), thus minimizing the risk of ‘going blank’ during the speech. Try to talk for the full two minutes until the examiner asks you to stop, thus demonstrating you ability to ‘keep going’ and improving your score for fluency. Part three contains more abstract questions, while the first two parts are all about you, and familiar topics. Listen very carefully to the questions, especially in part three, and respond appropriately. Don’t talk about yourself in part three.

The examiner is grading you on four aspects of your spoken English: your fluency (ability to keep going), your grammar (range and accuracy), vocabulary (range and appropriacy) and pronunciation. Prepare by studying grammar and vocabulary but try not to worry about grammar too much in the test itself, as thinking about the correct grammatical form will almost invariably result in a decrease in fluency.

The day of the test: last-minute preparation

IELTS is a long, tiring test. So, make sure you sleep well the night before and have a good, hearty breakfast. Research has shown that protein rich breakfasts are good before an exam, and carbohydrates should be avoided. Don’t drink too much coffee! Never do last-minute revision on the test day, as you may find something new and panic; last-minute revision is almost always counter-productive. The best things you can do in the hours before the test are speak English to family and friends, or re-read your old, corrected essays. Nothing more.

Arrive early at the test centre, allowing time for unexpected traffic delays. Get to know your surroundings so that you feel comfortable, and sneak a peek in the exam room so you know what to expect. While waiting, speak English to the other candidates in order to keep your brain switched onto ‘English mode’.

Remember that the IELTS test isn’t such a huge deal. If you don’t get the score you need, you can take it again and again (until your money runs out, anyway). Prepare thoroughly, practice as much as possible and take the test day step-by-step, and you’ll have that band score you need in no time.

For a more comprehensive set of tips and strategies, and for test practice, enroll on an IELTS preparation course. In Jakarta Indonesia, one school leads the way in preparing candidates for the IELTS test both quickly and effectively. For more information follow this link: IELTS Jakarta

Monday, February 18, 2008

Lost in Translation (Bahasa Version).

Sebuah website, laporan, atau proposal bisnis bisa saja berisi informasi yang lengkap, argument yang kuat, dan rancangan yang mampu memberikan inspirasi. Tapi kesemuanya akan gagal total dalam mencapai tujuan dasarnya apabila bahasa yang dipergunakan mengandung kesalahan. Ini karena kita secara otomatis menilai lebih rendah sebuah hasil kerja yang dituangkan ke dalam sebuah tulisan yang buruk, sekalipun kesalahan yang ada hanya dari segi bahasa. Sebuah tulisan yang buruk membuat kita mempertanyakan kualitas dari produk, customer service atau fitur-fitur penting lain dari perusahaan dalam tulisan tersebut.

Nah, bahasa manakah yang anda yakin mampu anda gunakan untuk menulis dengan baik? Jarang ada orang di dunia ini yang memiliki kepercayaan diri penuh dalam menggunakan bahasa lain selain dari bahasa asli mereka. Sebagian besar dari kita bahkan bisa saja menemukan kesulitan dalam menggunakan bahasa asli kita dari waktu ke waktu. Dan penulis yang terbaik cenderung merupakan orang-orang yang mampu mengenali kesalahan-kesalahan kecil yang mereka buat, dan secara otomatis mendeteksi dan mengkoreksi kesalahan tersebut.

Barangkali hanya ada kurang dari satu di antara sejuta penduduk dunia yang mampu menulis dengan tanpa cela dalam bahasa selain dari bahasa ibu mereka. Dan menulis dalam bahasa Inggris, bahasa internasional de facto, adalah hal yang sulit. Terutama apabila anda tidak dibesarkan dengan bahasa tersebut, tidak mengenyam pendidikan tingkat tinggi di bidang tersebut, dan belum pernah membaca ratusan buku dan ribuan surat kabar yang ditulis dalam bahasa Inggris.

Ada banyak sekali kemungkinan kesalahan. Kosakata dan struktur, sudah pasti. Ada juga tanda baca yang merupakan masalah bagi banyak penutur asli bahasa Inggris. Lalu ada pula jebakan berupa “register, yang menurut kamus saya berarti “bentuk bahasa yang diasosiasikan dengan situasi sosial atau pokok bahasan tertentu”. Apapun yang anda tulis, makalah teknik atau brosur penjualan, apabila register yang anda gunakan salah, hasil kerja anda akan sia-sia.

Berikut ini adalah tiga aturan utama. Pertama, jangan menganggap bahwa apabila seseorang mampu berbicara dalam bahasa Inggris dengan baik maka ia otomatis mampu menulis dengan baik pula dalam bahasa Inggris. Kedua, tulislah dengan persis apa yang ingin anda katakan, dalam bahasa asli anda. Ketiga, carilah penyedia jasa dua bahasa untuk menuliskan pesan anda tadi dalam bahasa Inggris. Harap dicatat bahwa saya tidak menggunakan kata “penerjemahan” di sini. Pesan akhir yang muncul di website atau brosur anda hampir dapat dipastikan bukan merupakan terjemahan langsung dari aslinya. Pesan akhir ini akan merupakan sebuah tulisan kreatif baru. Tulisan asli anda akan diterjemahkan ke dalam sebuah draft berbahasa Inggris, dan selanjutnya digunakan sebagai referensi untuk membuat teks baru dalam bahasa Inggris.

Sebagai penutup, pikirkanlah hal berikut mengenai Internet. Internet lebih informal dibandingkan dunia cetak. Jadi anda tidak bisa sekedar memasang brosur anda di web; yang berarti anda harus membuat sesuatu yang baru. Caranya mudah dan cepat. Tetapi kesalahan apapun yang mungkin terjadi dalam prosesnya dapat berpengaruh pada ribuan pelanggan potensial. Artinya, sangat penting bagi anda untuk memastikan bahwa apapun yang anda publikasikan di Internet adalah akurat.

Berikut ini adalah link dari sebuah institusi di Jakarta yang memiliki guru-guru bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, yang dapat membantu anda memastikan bahwa brosur, laporan, proposal dan website anda melakukan tugasnya dengan baik. IELTS Jakarta

Friday, February 15, 2008

Please note: There are only a few places left in February's public IELTS preparation course at Aim. For the last time, the special fee for this course will be Rp1,750,000 for 50 hours. Prices will rise in March! Call, email or messenger Aim soon to secure your place. Visit Aim's website at www.aimjakarta.com for more details and contact information.