Monday, February 18, 2008

Lost in Translation (Bahasa Version).

Sebuah website, laporan, atau proposal bisnis bisa saja berisi informasi yang lengkap, argument yang kuat, dan rancangan yang mampu memberikan inspirasi. Tapi kesemuanya akan gagal total dalam mencapai tujuan dasarnya apabila bahasa yang dipergunakan mengandung kesalahan. Ini karena kita secara otomatis menilai lebih rendah sebuah hasil kerja yang dituangkan ke dalam sebuah tulisan yang buruk, sekalipun kesalahan yang ada hanya dari segi bahasa. Sebuah tulisan yang buruk membuat kita mempertanyakan kualitas dari produk, customer service atau fitur-fitur penting lain dari perusahaan dalam tulisan tersebut.

Nah, bahasa manakah yang anda yakin mampu anda gunakan untuk menulis dengan baik? Jarang ada orang di dunia ini yang memiliki kepercayaan diri penuh dalam menggunakan bahasa lain selain dari bahasa asli mereka. Sebagian besar dari kita bahkan bisa saja menemukan kesulitan dalam menggunakan bahasa asli kita dari waktu ke waktu. Dan penulis yang terbaik cenderung merupakan orang-orang yang mampu mengenali kesalahan-kesalahan kecil yang mereka buat, dan secara otomatis mendeteksi dan mengkoreksi kesalahan tersebut.

Barangkali hanya ada kurang dari satu di antara sejuta penduduk dunia yang mampu menulis dengan tanpa cela dalam bahasa selain dari bahasa ibu mereka. Dan menulis dalam bahasa Inggris, bahasa internasional de facto, adalah hal yang sulit. Terutama apabila anda tidak dibesarkan dengan bahasa tersebut, tidak mengenyam pendidikan tingkat tinggi di bidang tersebut, dan belum pernah membaca ratusan buku dan ribuan surat kabar yang ditulis dalam bahasa Inggris.

Ada banyak sekali kemungkinan kesalahan. Kosakata dan struktur, sudah pasti. Ada juga tanda baca yang merupakan masalah bagi banyak penutur asli bahasa Inggris. Lalu ada pula jebakan berupa “register”, yang menurut kamus saya berarti “bentuk bahasa yang diasosiasikan dengan situasi sosial atau pokok bahasan tertentu”. Apapun yang anda tulis, makalah teknik atau brosur penjualan, apabila register yang anda gunakan salah, hasil kerja anda akan sia-sia.

Berikut ini adalah tiga aturan utama. Pertama, jangan menganggap bahwa apabila seseorang mampu berbicara dalam bahasa Inggris dengan baik maka ia otomatis mampu menulis dengan baik pula dalam bahasa Inggris. Kedua, tulislah dengan persis apa yang ingin anda katakan, dalam bahasa asli anda. Ketiga, carilah penyedia jasa dua bahasa untuk menuliskan pesan anda tadi dalam bahasa Inggris. Harap dicatat bahwa saya tidak menggunakan kata “penerjemahan” di sini. Pesan akhir yang muncul di website atau brosur anda hampir dapat dipastikan bukan merupakan terjemahan langsung dari aslinya. Pesan akhir ini akan merupakan sebuah tulisan kreatif baru. Tulisan asli anda akan diterjemahkan ke dalam sebuah draft berbahasa Inggris, dan selanjutnya digunakan sebagai referensi untuk membuat teks baru dalam bahasa Inggris.

Sebagai penutup, pikirkanlah hal berikut mengenai Internet. Internet lebih informal dibandingkan dunia cetak. Jadi anda tidak bisa sekedar memasang brosur anda di web; yang berarti anda harus membuat sesuatu yang baru. Caranya mudah dan cepat. Tetapi kesalahan apapun yang mungkin terjadi dalam prosesnya dapat berpengaruh pada ribuan pelanggan potensial. Artinya, sangat penting bagi anda untuk memastikan bahwa apapun yang anda publikasikan di Internet adalah akurat.

Berikut ini adalah link dari sebuah institusi di Jakarta yang memiliki guru-guru bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, yang dapat membantu anda memastikan bahwa brosur, laporan, proposal dan website anda melakukan tugasnya dengan baik. IELTS Jakarta

Friday, February 15, 2008

Please note: There are only a few places left in February's public IELTS preparation course at Aim. For the last time, the special fee for this course will be Rp1,750,000 for 50 hours. Prices will rise in March! Call, email or messenger Aim soon to secure your place. Visit Aim's website at www.aimjakarta.com for more details and contact information.

Map IP Address

Tuesday, February 5, 2008

Lost in Translation.

Websites, reports, business proposals – all can be full of good information, clear argument and inspiring design. And all can fail totally in their basic purpose if their language is faulty in some way. That’s because we automatically devalue the work that went into a badly written piece, even if it’s only the language that is at fault. A badly written piece makes us uneasy about product quality, customer service or a host of other important features of the company concerned.

Now- which language can you be most confident of writing well? Scarcely anyone in the world can be totally confident in any but their mother tongue. Indeed many of us find that even the language of our childhood can present challenges from time to time. And the best writers tend to be those who recognise the subtle mistakes they are capable of making, and automatically proof-check for them.

Probably fewer than one in a million of the world’s population can write flawlessly in a language other than their mother tongue. And writing English, the de facto international language, is difficult. Especially if you were not brought up speaking it, and were not educated to a high level in it, and have not read hundreds of books and thousands of newspapers written in English.

Pitfalls are legion. Vocabulary and grammar, of course. Also punctuation, which is a real problem for many native English speakers. And then there is the minefield of “register”. My dictionary defines this as “ a form of a language associated with a particular social situation or subject matter”. Whether you are writing a technical paper or a sales brochure, if you get the register wrong your work is wasted.

So here are three golden rules. First, don’t assume that if you speak English well you can write it equally well. Secondly, write exactly what you want to say, in your native language. Thirdly, get a bilingual service to write your message in English. Please note that I’m not using the word “translation” here. The final message that appears on your website or in your brochure will almost certainly not be a direct translation of your original. It will be a new piece of creative writing. Your original will be translated into an English draft, and this will be used as a reference for a new English text

To close, here’s a thought about the Internet. It’s less formal than the world of print. So you can’t just put your brochure on the web; you do have to produce something new. It’s quick and easy to do this. But any mistake may potentially influence thousands of potential customers. So it’s even more important to make sure that whatever you publish on the Internet is correct.

Here’s a link to a group of English and Indonesian teachers based in Jakarta who can make sure that your brochures, reports, proposals and websites are doing the job you want them to do. English language training and translation in Jakarta Indonesia

Tuesday, January 22, 2008

Keajaiban dalam dunia Training

Pastilah ada keajaiban di sana karena jutaan perusahaan rela mengeluarkan uang hingga milyaran dolar untuk keperluan training. Yang menarik, perusahaan-perusahaan tersebut menemukan bahwa mereka sebenarnya bisa bertahan tanpa menyelenggarakan training apapun ketika mereka kehabisan dana. Malahan, ada berbagai anekdot yang menggambarkan kecenderungan perusahaan untuk memotong dana training sebagai langkah pertama ketika keuntungan perusahaan mereka menurun. Secara logis, satu-satunya kesimpulan yang bisa kita ambil adalah bahwa perusahaan memandang bahwa training tidak memberikan kontribusi apapun pada perolehan keuntungan dalam perusahaan pada jangka pendek dan menengah. Pada jangka panjang mereka mengakui bahwa sumberdaya manusia yang terlatih memiliki kemampuan lebih baik daripada yang tidak terlatih. Pada jangka pendek mereka lebih memilih untuk tidak menghabiskan uang mereka untuk training.

Akan tetapi, sesungguhnya justru pada masa-masa sulit itulah sebuah perusahaan membutuhkan orang-orang yang terlatih untuk melepaskan perusahaan dari situasi sulit. Orang-orang yang tahu bagaimana meningkatkan produktifitas atau menurunkan tingkat kecelakaan. Orang-orang yang tahu bagaimana menghadapi pelanggan dengan baik.

Pada kenyataanya, perusahaan sudah bisa menduga bahwa setengah dari training yang mereka lakukan adalah sia-sia belaka, tetapi mereka tidak tahu bagian mana yang sia-sia. Dan ketika masa-masa sulit datang, seperti biasanya, 50% kemungkinan untuk meraih keuntungan dikalahkan oleh 100% kepastian bahwa mereka harus mengeluarkan uang.

Salah satu rahasia training, seperti yang telah disadari oleh perusahaan-perusahaan terkemuka dan dikagumi, yaitu bahwa mereka harus menyadari sepenuhnya keterampilan apa yang mereka butuhkan, dan mengapa. Selain itu, mereka juga harus mengetahui secara jelas hasil apa yang mereka harapkan, dan bagaimana menentukan apakah hasil-hasil tersebut telah tercapai. Selanjutnya, berapa banyak uang yang harus dialokasikan untuk menciptakan hasil yang diinginkan. Apabila anda mengetahui elemen-elemen dalam persamaan penting ini, maka tidak ada alasan apapun untuk memotong dana training ketika pasar anda menurun.

Ada dua rahasia lain. Yang pertama yaitu motivas; bukan motivasi perusahaan melainkan motivasi peserta training. Tanpa motivasi, para peserta training tidak akan memperoleh keuntungan apapun. Peserta pelatihan harus benar-benar menginginkan training tersebut. Barangkali training tersebut merupakan kunci bagi mereka untuk mendapatkan kenaikan pangkat. Atau barangkali training tersebut dapat menyelamatkan nyawa mereka seandainya terjadi kebakaran di pabrik mereka. Atau barangkali training tersebut akan memberi mereka kesempatan untuk bekerja di bidang yang mereka impikan selama ini. Trainer professional manapun akan mengatakan bahwa peserta training dengan motivasi tinggilah yang akan mendapatkan paling banyak keuntungan dari pelaksanaan training.

Rahasia terakhir yaitu cara pelaksanaan training itu sendiri. Tidak diragukan lagi dan tidak bisa dibantah lagi, training tersebut harus bersifat fleksibel agar dapat berfokus pada kemampuan dan gaya belajar yang unik dari masing-masing individu peserta. Training manapun yang dalam pelaksanaannya menerapkan prinsip “satu-untuk-semua” tak lain hanya menjual program yang sebenarnya “tidak-untuk-siapapun”.

Rahasia-rahasia di atas (yang sekarang sudah bukan lagi rahasia setelah saya tuliskan di sini!) paling jelas terlihat dalam area pelatihan bahasa yang sulit dan memakan waktu. Akan tetapi, berikut ini adalah link dari sebuah perusahaan muda yang memiliki rahasia-rahasia tadi di dalam DNA-nya, dan karenanya ia dapat tumbuh dengan sangat cepat.

www.aimjakarta.com

Tuesday, January 15, 2008

testimonial

Terimakasih buat AIM.

Belajar bahasa di usia 37 sungguh sesuatu yang sulit, bukannya beralasan, tetapi banyak teori juga mengatakan begitu. Seperti tips yg ada di salah satu link yang ada di wesite-nya AIM "Increase your vocabulary by opening your mind like a child", dimana berarti anak kecil adalah usia terbaik untuk belajar bahasa, Namun, guru-guru di AIM menyemangati saya, umur bukan hambatan.

Setelah menjadi 'petualang kursusan', saya akhirnya menemukan tempat belajar English saya, yang mungkin ini menjadi tempat belajar English terakhir saya di Indonesia, karena dengan nilai IELTS saya, saya mendapat beasiswa untuk Research Student of Engineering Department of Lancaster University, UK.

Kualitas dan komitmen para pengajar serta customizing curriculum-nya menurut saya adalah fitur yang terbaik yang ditawarkan, selain tentu
dengan ditunjang dengan fasilitas (design ruangan, komputer dan internet serta peralatan belajar di kelas yang modern) yang membuat tidak hanya nyaman untuk belajar, tapi juga efektif dan efisien.

Ohya, satu hal juga yg membuat saya terkesan dengan para pengajar AIM, mereka sangat tidak pelit dengan waktu! (hal yang tidak saya jumpai di tempat kursus lain). Saya melihat ada komitmen yang kuat pada mereka agar muridnya bisa mendapat hasil yang ditargetkan, dengan berusaha menyediakan waktu untuk para muridnya. Ini terlihat dari fitur mereka yang menggunakan internet-chat sebagai medianya, agar mereka bisa berkomunikasi dengan murid-murid. Dan mereka sangat ahli dalam IELTS.

Sekali lagi, terima kasih AIM!

Friday, January 11, 2008

In 2008, Aim's corporate language training services will be taken to the next level. Not only will you get the high quality teachers, the customised courses and the cost-effective pricing, now we are able to bring a slice of our high tech facilities to your office! Aim's interactive whiteboards are going portable, and we'll can now bring the digital, touchscreen technology to your workplace. Standby for more news on this exciting development.
In the mean time, click: English Training in Jakarta for more information on our innovative corporate training solutions

Friday, December 21, 2007

 from all of us at Aim

 Aim will be closed from 24th December.

We're open again on 2nd January.See you in 2008!




English language training in Jakarta, Indonesia

Sunday, December 16, 2007

Aim is 1 year old today!
Announcement: Christmas & New Year Closure:
To all students: Aim will be closed from 23rd December until 2nd January 2008

From all of us, best wishes for Christmas, and have a very happy new year.

-Aim-